clock

Jumat, 06 April 2012

Ilmuwan Ungkap Rahasia Aurora di Venus

Ilmuwan Ungkap Rahasia Aurora di Venus

Gesit Prayogi - Okezone
Jum'at, 6 April 2012 16:38 wib
 10  250
detail berita
Venus (foto: Live Science)
PARIS - Baru-baru ini fenomena aurora ditemukan terjadi di planet Venus yang tidak memiliki medan magnet. Hal ini mengejutkan para ilmuwan karena biasanya fenomena dipicu oleh medan magnet suatu planet.

Penemuan ini bisa membantu menjelaskan asal-usul fenomena cahaya misterius di Venus, selain itu peneliti juga dapat mengetahui cara kerja ekor komet.

Aurora merupakan fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala. Di Bumi, aurora terjadi di daerah sekitar kutub utara dan kutub selatan karena pengaruh tekanan medan magnet. Fenomena ini terjadi pada lapisan ionosfer akibat interaksi antara medan magnet planet dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).

Diwartakan Live Science, Jumat (6/4/2012), medan magnet ini membelokkan partikel bermuatan yang mengalir dari matahari ke lapisan magnetosfer yang mengelilingi suatu planet. Fenomena ini dapat terjadi pada magnetosfer, kemudian menimbulkan aurora dan badai magnetik.

Di sisi planet Venus yang tidak mendapat angin surya, magnetosfer bergerak memanjang ke dalam. Peristiwa ini disebut dengan magnetotail. Meski Venus tidak memiliki medan magnet, terdapat magnetotail yang terjadi akibat interaksi angin surya dengan ionosfer yang bermuatan listrik.

“Secara mengejutkan dinamika yang ditemukan di Venus dan Bumi memiliki kemiripan, meskipun lingkungan magnetiknya sangat berbeda”, jelas Tielong Zhang, pimpinan penulis penelitian sekaligus ilmuwan di Space Research Institute of the Austrian Academy of Science.

“Dalam beberapa dekade, kelap kelip cahaya yang telah diamati dengan berbagai cara dapat ditafsirkan sebagai aurora. Namun, aurora Venus telah lama membingungkan orang karena planet itu tidak memiliki medan magnet,” tambahnya. (pjc)

special thanks: - okezone
                        - my self ^^v 
readmore »»  

Ilmuwan Bikin Chip Memori Transparan

Ilmuwan Bikin Chip Memori Transparan

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Jum'at, 6 April 2012 17:29 wib
 14  90
detail berita
Chip memori transparan (foto: Cellular News)
TEXAS - Ingin punya ponsel genggam yang bisa dilingkarkan di pergelangan tangan? Teknologi mutakhir seperti itu tampaknya bisa hadir tanpa harus menunggu terlalu lama.

Diwartakan Cellular News, Jumat (6/4/2012), ahli kimia Rice University James Tour mengungkap laboratoriumnya kini sedang mengembangkan chip memori transparan dan fleksibel, memakai bahan silikon oksida.

Menurut Tour, memori jenis baru tersebut bisa dikombinasikan dengan sejenis elektroda transparan yang dikembangkan di Rice. Dengan cara tersebut bisa dibuat layar sentuh fleksibel, sirkuit transparan, serta baterai.

"Umumnya, Anda tidak akan bisa melihat memori karena terlalu kecil. Namun silikon sendiri tidak transparan. Jika kepadatan sirkuitnya cukup tinggi maka akan bisa terlihat," ujar Tour.

Silikon oksida yang digunakan sebagai bahannya merupakan insulator (bahan penyekat) yang banyak digunakan dalam elektronik. Memori transparan dibuat oleh Rice University berdasarkan penemuan pada 2010 yang membuat saluran kristal silikon berukuran kurang dari 5 nanometer, dengan cara menekan silikon oksida standar.

Sejak saat itu, laboratorium di Rice University telah mengembangkan perangkat memori dua terminal yang bisa ditumpuk dalam pengaturan tiga dimensi, kemudian disematkan pada lapisan fleksibel. (pjc)

special thanks: - okezone
                        - my self ^^v 
readmore »»  

Android Terancam Malware Baru

Android Terancam Malware Baru

Gesit Prayogi - Okezone
Jum'at, 6 April 2012 19:06 wib
 53  1460
detail berita
ilustrasi (foto : Google)
CALIFORNIA - Peneliti keamanan telah menemukan malware baru yang mengancam sistem operasi Android. Malware ini memungkinkan hacker untuk menginstal perangkat lunak tanpa harus meminta persetujuan pengguna.

Menurut Principal Engineer and Mobile Security Specialists Lookout Tim Wyatt, malware baru ini bernama Legacy Native atau yang dikenal LeNa. Ia pun menjelaskan saat ini LeNa hanya menyerang beberapa pengguna.

“LeNa awalnya menyamar masuk sebagai aplikasi sah dan berusaha mengelabui penggunanya agar mengaktifkan payload. Caranya adalah memanfaatkan fitur Super User di dalam sistem operasi Android yang telah di-rooted,” terangnya.

Diwartakan Computing, Jumat (6/4/2012) ancaman malware ini hanya bisa dihindari oleh pengguna yang sangat mahir. Namun, variasi barunya yang dikenal sebagai “gingerbreak”, memungkinkan akses root pada perangkat yang mengadopsi Android Gingerbread dan Honeycomb, sehingga tidak bergantung pada mobilitas pengguna.

Kabar baiknya, malware itu belum muncul di Android Market atau Google Play. Jadi, ini berbeda dengan infeksi malware sebelumnya seperti DroidDream. Di sisi lain, malware ini bisa menyerang perangkat apabila pengguna mengunduh aplikasi diluar Android Market atau google Play.

Wyatt memberikan beberapa tips pencegahan, agar pengguna Android tetap aman:

1. Selalu waspada terhadap hal yang tidak wajar, seperti tagihan telepon, SMS, aktivasi jaringan atau kegiatan aplikasi yang berjalan saat perangkat terkunci.

2. Selalu periksa hak akses untuk permintaan aplikasi

3. Hanya mengunduh aplikasi lewat sumber yang terpercaya seperti Android Market atau Google Play

4. Unduh software keamanan untuk perangkat anda, untuk mendeteksi setiap aplikasi yang diunduh agar tetap aman (pjc)

special thnaks : - okezone 
                         - my self ^^v  
readmore »»  

Ilmuwan Garap Robot ala Transformer


Ilmuwan Garap Robot ala Transformer

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Jum'at, 6 April 2012 06:13 wib
 10  790
detail berita
Robot buatan MIT (foto: MIT)
MASSACHUSETTS - Bayangkan robot kecil layaknya Transformer. Robot-robot tersebut bisa bergabung membentuk berbagai alat-alat praktis lalu berpisah lagi setelah digunakan.

Diwartakan MumbaiMirror, Jumat (6/4/2012), Massachusetts Institute of Technology (MIT) sedang coba menggarap "self-sculpting sand" yang bisa meniru berbagai bentuk dan benda. Kelompok ilmuwan dari Distributed Robotics Laboratory (DRL) di universitas tersebut telah membuat 30 purwarupa "kerikil cerdas" beserta perangkat lunak untuk menjalankannya.

"Kami ingin mempunyai satu tas berisi benda-benda yang bisa meniru berbagai bentuk yang Anda perlukan. Sehingga ketika Anda dalam situasi terjepit dan membutuhkan peralatan khusus, cukup memberi perintah pada tas tersebut," ujar Kyle Gilpin dari MIT.

Robot berbentuk kotak itu memiliki magnet yang disematkan pada sisi-sisinya sehingga bisa saling menempel. Efek magnetis bisa dihidupkan atau dimatikan sesuai keperluan serta tidak membutuhkan listrik.

Selain itu, di dalamnya juga terdapat microprosesor yang mengatur magnet mana yang harus diaktifkan. Masing-masing prosesor bisa menyimpan kode sekira 32 kilobyte dan hanya memiliki memori aktif sekira dua kilobyte.

Saat bekerja, pertama-tama robot itu akan menyelimuti bentuk asli benda. Kemudian akan saling mengirimkan pesan tentang bentuk asli benda tersebut. Selanjutnya mereka akan mendefinisikan bentuknya sendiri sebagai tiruan benda asli.

Gilpin berpendapat masih perlu banyak hal untuk mewujudkan robot cerdas ini. Hal itu bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam dua tahun. "Mungkin perlu 10 tahun sampai Anda bisa melihat produk seperti ini di pasar," tandasnya. (pjc)

special thanks: - okezone
                        - my self ^^v 
readmore »»  

SSD Baru Intel, Percepat Booting Laptop

SSD Baru Intel, Percepat Booting Laptop

Ahmad Luthfi - Okezone
Sabtu, 7 April 2012 08:05 wib
 4  180
detail berita
Intel SSD (Foto: Intel.com)
WASHINGTON - Intel mulai mengapalkan Solid State Drives (SSD) terbarunya yang ditujukan untuk laptop. SSD ini diklaim dapat mempercepat waktu ketika booting serta mampu membuat aplikasi bisa terbuka lebih cepat.

SSD besutan Intel ini memberikan kemampuan akses data yang lebih cepat ketimbang hardisk drive (HDD) tradisional. "SSD ini memberikan kecepatan dalam proses boot dan mempercepat program yang akan dibuka," tutur Director at Objective Analysis Jim Handy, seperti dilansir Computerworld, Sabtu (7/4/2012).

Menurutnya, perangkat baru ini juga mampu meningkatkan daya tahan baterai laptop. Pasalnya SSD ini bisa mempersingkat waktu HDD berputar. Namun, SSD terbaru ini kabarnya memiliki harga yang mahal serta kapasitas penyimpanan data yang lebih kecil.

SSD baru ini dibuat dengan menggunakan proses manufaktur 25 nanometer ketimbang pendahulunya yang diproduksi dengan proses manufaktur 34 nanometer. Perangkat keras anyar ini mengusung teknologi single-level cell (SLC) yang memungkinkan satu bit data disimpan pada satu sel. Intel juga mengatakan, SSD SLC ini bisa 10 kali lipat lebih kuat dibandingkan SSD jenis multi-level cell (MLC).

Intel sebelumnya telah menawarkan keluarga SSD berbentuk kecil yaitu seri 313 yang hadir dengan daya tampung data sebesar 20GB (harga USD113) dan 24GB (harga USD138). Model SSD 313 kapasitas 20GB ini mampu melakukan read/write dengan kecepatan 220MB per detik, sementara model 24GB-nya bisa mencapai 160MB per detik. (pjc)

special thanks: - okezone
                        - my self ^^v 
readmore »»  

Satelit Ungkap Pencairan Es Antartika

Satelit Ungkap Pencairan Es Antartika

Gesit Prayogi - Okezone
Sabtu, 7 April 2012 07:11 wib
 2  380
detail berita
Lapisan es Larsen hasil pengamatan Envisat (foto: Live Science)
PARIS - Satelit Envisat milik European Space Agency (ESA) mengamati bahwa satu dari tiga lapisan es di Semenanjung Antartika telah mencair. Iklim global yang semakin menghangat diklaim menjadi faktor pendorong.

Dilansir Live Science, Sabtu (7/5/2012), Envisat awalnya memetakan 1.235 mil atau sekira 3.200 kilometer bagian lapisan es Larsen. lapisan tersebut meliputi lapisan es yang berada di Semenanjung Antartika. Dari pemetaan yang dilakukan Envisat, lapisan es Larsen dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu A (terkecil), B dan C (yang terbesar).

Selama lebih dari satu dekade berada di orbit, Envisat telah menemukan es di lapisan B semakin berkurang. Lapisan ini telah kehilangan wilayah sekira 1.790 kilometer persegi pada januari 2005. Lapisan B kini sudah kurang dari 15 persen ukuran aslinya di 1995.

Sementara itu sejak Januari 1995 lapisan A telah lenyap, sedangkan untuk lapisan C masih dalam kondisi stabil, meskipun dari pengamatan menunjukan mulai mencair.

“lapisan es sensitif terhadap kenaikan suhu di atmosfir dan perubahan arus laut”, ujar Helmott Rott, seorang profesor dari University of Innsbruck di Austria.

Ia pun menambahkan, “Di semenanjung utara Antartika telah terjadi pemanasan atmosfer sekira 2,5 derajat celcius atau setara 4,5 derajat Fahrenheit. Selama 50 tahun terakhir tren pemanasan lebih kuat dari panas rata-rata global, sehingga menyebabkan melehnya lapisan es.”

Envisat dijadwalkan melanjutkan pengamatan setidaknya selama dua tahun kedepan. Satelit baru bernama Sentinels kini tengah dipersiapkan dan akan mulai beroperasi pada tahun 2013(pjc).

special thanks: - okezone
                      - my self ^^v
readmore »»  

88 Persen Tablet Dipakai Sambil Nonton TV

88 Persen Tablet Dipakai Sambil Nonton TV

Ahmad Luthfi - Okezone
Sabtu, 7 April 2012 09:05 wib
 3  90
detail berita
Ilustrasi (Foto: Venturebeat.com)
NEW YORK - Riset terbaru dari Nielsen menemukkan 88 persen pemilik tablet di Amerika Serikat menggunakan gadgetn tersebut sambil menyaksikan program TV.

Dilansir Slashgear, Sabtu (7/4/2012), hal ini terjadi karena kini pengguna memposisikan televisi sebagai media yang pasif, sehingga mereka bisa leluasa memainkan perangkat tersebut. Angka 88 persen ini terdiri dari orang-orang yang menggunakan tablet bersamaan dengan menonton acara televisi.

Sebanyak 45 persen diantaranya menyatakan bahwa mereka melakukannya setiap hari. Sementara 26 persen diantaranya mengaku melakukannya apabila iPad maupun tablet Android kebetulan berada di dekat mereka.

Tidak hanya tablet, penelitian ini juga mengungkap kebiasaan sekira 86 persen pengguna ponsel cerdas seperti Android, iPhone serta Blackberry. Mereka juga biasanya mengetik teks atau melihat konten mobile sambil menyaksikan program televisi.

Riset Nielsen ini menyimpulkan bahwa hal tersebut menunjukkan budaya di mana konsumen tidak puas hanya duduk dan menonton acara televisi saja. Konsumen harus memiliki sesuatu di tangan mereka serta senang mengerjakan sesuatu secara multitasking.

Menyalakan televisi juga tidak lagi berarti bahwa pengguna hanya duduk diam dan menyaksikan program di layar kaca. Ini menandakan konsumen membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar perangkat hiburan. Para konsumen ini umumnya mengatakan, mereka melakukan kebiasan itu sembari memeriksa e-mail yang masuk.

"Pengguna perangkat sepertinya melibatkan konten yang terkait dengan televisi, baik dengan melihat informasi yang berhubungan dengan acara atau mencari informasi umum mengenai produk yang diiklankan pada televisi," tutur juru bicara Nielsen. (pjc)

special thanks: - okezone
                        - my self ^^v
readmore »»